Featured Post

Pelayanan Vaksin Lengkap hingga Booster-2, Ciptakan Herd Immunity.

Gambar
Pasuruan-PaslineNews. Ciptakan Herd Immunity  atau populasi masyarakat kebal penyakit menular, Program vaksinasi Corona virus terus berlanjut. Pemerintah sudah mencanangkan vaksin bosster-2. Untuk itu, Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan sudah siap jika masyarakat melaksanakan vaksin booster-2. Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kolaborasi dengan Badan Intelejen Negara ( BIN ) Daerah Jawa Timur tetap membuka layanan vaksin di Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan, seperti biasanya. Pelayanan vaksin lengkap terus berlanjut, baik dosis satu, dua, maupun booster-1 dan Booster-2. '"Menghadapi program vaksinasi booster-2, Rumah Vaksin Taman Kota membuka layanan seperti biasa. Tidak ada persiapan khusus. Kami masih tetap melayani vaksin dosis satu, dua maupun booster-1 dan booster-2. Memang sampai hari ini, belum ada yang vaksin booster-2.  kebanyakan vaksin booster-1," ujar dr. Ardiansyah, koordinator vaksin di Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan, Senin (01/08/22). Pewarta : Mulyo.

FPG Dorong Eksekutif Membuat Aturan Hukum Pengelolaan Keuangan

Yanuar Priambada dari Fraksi Partai Golkar membacakan Pendapat Akhir Fraksi Partai Golkar dalam Paripurna lV DPRD Kota Pasuruan



Pasuruan-PaslineNews

Fraksi Partai Golkar (FPG) mendorong pemerintah Kota Pasuruan untuk membuat payung hukum yang mengatur pengelolaan keuangan daerah. Sebab, dalam laporan hasil pemeriksaan BPK tahun anggaran 2021, ditemukan sekian banyak masalah terkait pengelolaan keuangan yang harus dibenahi pemerintah. 


Hal tersebut disampaikan Yanuar Priambada dalam paripurna lV , DPRD Kota Pasuruan, Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi DPRD Kota Pasuruan, Terhadap Rancangan Peraturan Daerah, Tentang Pertanggungjawaban  Pelaksanaan APBD Kota Pasuruan, Tahun Anggaran 2021, Senin (25/07/22)


Dalam laporan hasil pemeriksaan BPK tahun anggaran 2021, disampaikan beberapa temuan antara lain ; realisasi belanja dan pembentukan dana cadangan melebihi anggaran; pengelolaan dan pertanggungjawaban dana bantuan operasional tidak sesuai ketentuan; penetapan honorarium penanggungjawab keuangan yang tidak sesuai dengan Perpres No.33 tahun 2020; dasar pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai yang belum memadai; kesalahan penganggaran belanja pegawai;

penetapan besaran honor tim pelaksana kegiatan dan sekretariat tim pelaksana kegiatan tidak sesuai ketentuan.


Menurut FPG, masalah itu terjadi karena salah satu penyebabnya adalah,  belum adanya Perda yang mengatur mengenai pengelolaan keuangan daerah, serta Perwali yang mengatur mengenai sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah seperti,  Kebijakan Akuntansi Daerah, Sistem Akuntansi  Pemerintah Daerah (SAPD), dan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai tindak lanjut dari Permendagri No.77 Tahun 2020.


FPG juga menyoroti Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang semakin membengkak. Eksekutif beralasan bahwa salah satu penyebabnya adalah tidak terpenuhinya persyaratan untuk pencairan belanja hibah, dan realisasi belanja hibah disesuaikan dengan permintaan penerima hibah, sehingga dana hibah tidak terserap, menyumbang silpa sebesar Rp 6,523 milyar. Alasan itu dianggap terlalu mengada-ada.


Menurut FPG, tidak terserapnya dana hibah tersebut lebih disebabkan karena beberapa kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sebagai pengguna anggaran hibah, kurang memahami dan mempedomani Permendagri No. 32 Tahun 2011 dan Peraturan Walikota yang mengaturnya.


Sorotan tajam FPG tersebut, juga menjadi catatan khusus terhadap eksekutif dalam meningkatkan kinerjanya kedepan. Meski begitu, Fraksi Partai Golkar bersama lima fraksi lainnya menyetujui Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2021 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Pasuruan.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nico : Pasar Ramadhan Sepi Disebabkan Perencanaan Kurang Matang, Konsep Tidak Jelas dan Promosi Kurang Masif.

Gus Ipul Tuding Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Penyumbang Nilai Terendah Indeks Inovasi Daerah Kota Pasuruan

KBTTPK Padepokan Agung Suwayuwo Pasuruan ll Gelar Peringatan 10 Suro 1953 J