Featured Post

Berbagi Indonesia Sehat, Indonesia Hebat

Gambar
  Pasuruan-PaslineNews. Dampak wabah Covid-19 sangat memberatkan bagi ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah seperti abang becak, pedagang kaki lima (PKL), dan pengusaha kecil lainnya. Prihatin dengan kondisi tersebut , sejumlah Pengurus cabang olah raga (Cabor) Elektronik Sport Indonesia (ESI) Pasuruan Raya, melakukan kegiatan sosial berbagi nasi kotak, masker, dan vitamin C. Bakti sosial itu dilakukan selama dua hari, hari Minggu dan Senin (14/09/21), di beberapa titik di kawasan yang  banyak warga beraktifitas, seperti di alun-alun, taman, dan kawasan PKl.  sambil membagikan nasi kota, masker, dan vitamin C  pengurus ESI Kabupaten dan Kota Pasuruan ini memberikan himbauan kepada warga untuk taat prokes. Dengan melakukan baksos dan sosialisasi tersebut, Rombongan E Sport Pasuruan Raya berjalan beriringan dengan menggunakan 2 kendaraan dan berhenti dibeberapa titik untuk membagikan nasi kotak, vitamin dan masker. Sebanyak 50 nasi kotak, 100 masker, plus 100 pcs Vitamin C habis dibag

Menaker Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si Tinjau Pelaksanaan Prokes Di Pabrik Panasonic Gobel, Pasuruan


Menaker Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si meninjau pelaksanaan Prokes di Perusahaan Panasonic Gobel Life Solution Manufacturing Indonesia, Pasuruan.


Pasuruan-PaslineNews.

Menteri Ketenagakerjaan  (Menaker) Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si kunjungi perusahaan  Panasonic Gobel Life Solution Manufacturing Indonesia di kawasan industri PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Jumat (27/08). Kunjungan tersebut dalam rangka sosialisasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) bagi perusahaan kategori esensial, dimasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat se Jawa-Bali.


Dalam sambutannya, Hj. Ida, sapaan akrab Hj. Ida Fauziyah,  mengatakan bahwa aktifitas produksi di perusahaan-perusahaan  katagori non kritikel di daerah  penyebaran pandemi Covid-19 yang berada di level 3-4 boleh berjalan asalkan memenuhi ketentuan protokol kesehatan ketat. 


"Mestinya, di daerah level 3 dan 4 belum boleh beroperasi penuh kecuali yang kritikel. Pemerintah sadar, kalau aktifitas produksinya dihentikan dampaknya akan luar biasa. Atas pertimbangan itu , perusahaan katagori non kritikel boleh beroperasi, yang penting bagaimana caranya pekerja  tetap bekerja dengan pemenuhan protokol kesehatanya. Untuk mengatur hal ini, kami mengeluarkan Keputusan Mentri (Kepmenaker) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Kerja selama masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),' papar Hj.Ida Fauziyah.


Kepmenaker tersebut mengatur bagaimana kerja dirumah (work from home), bekerja di kantor, industri, perusahaan, dan bagaimana  perlindungan pengupahannya, serta bagaimana prokes itu dijalankan. Oleh sebab itu, dengan dasar  Kepmenaker tersebut, pemerintah membolehkan perusahaan non kritikel beroperasi kembali dengan syarat, pemenuhan protokol kesehatan dan menjalankan prokes ketat. "Makanya pemerintah mendorong vaksinasi untuk pekerja baik vaksinasi gotongroyong maupun vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah bersinergi dengan perusahaan," terang Hj. Ida.


Yang mendasari Kepmenaker, lanjut Hj. Ida,  bagaimana keberlangsungan usaha  jalan,  keberlangsungan kesehatan buruh juga jalan. Keduanya harus berjalan seimbang. "Saya harap perusahaan atau industri boleh buka kembali, asalkan dengan menjalankan protokol kesehatan. Untuk mendukung itu,  bisa dilihat di aplikasi portal Peduli Lindungi, untuk mengetahui apakah buruh sudah divaksin atau belum. Ini yang perlu disosialisasikan. Namun yang paling penting, saling pengertian antara buruh dengan perusahaan," jelasnya.


Lebih lanjut Hj. Ida mengatakan, menangani pamdemi Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus sinergi. Penyebaran virus corona tidak hanya dilingkungan kerja tapi juga bisa dirumah dan tempat lainnya." Kita harus bekerja sama, pemerintah, TNI, Polri, buruh dan masyarakat harus  saling bekerjasama menekan penularan Covid-19 sesuai dengan perannya masing-masing," kata Hj. Ida menjawab usulan perwakilan pekerja agar vaksinasi juga diberikan kepada keluarga pekerja.


Kehadiran Kemenaker di perusahaan yang didirikan Rachmad Gobel itu untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut sudah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Dan juga memastikan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. "Saya lihat aplikasi sudah berjalan. Dengan aplikasi ini bisa kita lihat, pertama,  apakah pekerja sudah divaksin apa belum. Kedua, apakah ada yang terkonfirmasi positif atau tidak. Saya lihat bagaimana prokes sudah dilaksanakan di sini. Ini butuh pengawasan dari pemerintah bersama TNI-Polri, yang akan mengawasi dibukanya kembali aktifitas produksi di perusahaan ini,"ujar Hj. Ida Fauziyah.


Menaker menambahkan, jika dalam perjalanannya nanti ada yang positif maka kegiatan produksi harus di hentikan selama 5 hari. Tapi, dengan aplikasi Peduli Lindungi, perkembangan kesehatan pekerja bisa dipantau, dan secara dini bisa dilakukan pencegahan penularan Covid-19. "Jadi, harapan kami, di tempat kerja tidak ada lagi Covid-19," tutup Hj. Ida usai meninjau  pelaksanaan prokes di perusahaan Panasonic Gobel Life Solution Manufacturing Indonesia.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anggur Wirogunan Andalan Pertanian Kota Pasuruan

KBTTPK Padepokan Agung Suwayuwo Pasuruan ll Gelar Peringatan 10 Suro 1953 J

Kemitraan UKM Dengan Perusahaan Besar Jurus Ampuh Kurangi Pengangguran Dimasa Pandemi Covid-19.