Featured Post

Mahfud MD : Parpol Yang Ada Wakil Di DPR Tak Punya Legal Standing Gugat UU Di MK

Gambar
  Suasana rapat DPR-RI Pasuruan-PaslineNews. Partai Politik yang memiliki wakil di DPR untuk tidak lagi menggugat Undang-Undang (UU) di Mahkamah Konstitusi (MK).  Hal itu disampaikan oleh  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan pada Kabinet Indonesia Maju, Prof.Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., dalam cuitannya di media sosial Tweeter @mohmahfusmd, Jumat (24/06/22). Menurutnya, partai politik yang berada di DPR tidak punya legal standing untuk menggugat UU di MK. Sebab, UU dibuat oleh DPR dan partai politik ikut membuatnya. "Kalau partai politik tak setuju isi UU, ya silahkan tempuh melalui proses di DPR agar UU itu diubah. Kalau kalah suara, ya bagaimana lagi? Kuncinya harus menang suara saat pemilu," cuit Mahfud MD. Wartawan : Prabowo

Pemberdayaan Peka Menjadi Prioritas DP3AKB Kota Pasuruan

Kepala DP3AKB Kota Pasuruan, Nyoman Swasti, memberi arahan kepada kader IMP terkait program Peka.



Pasuruan-PaslineNews.

Perempuan kepala keluarga (Peka)  menjadi program prioritas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana ( DP3AKB) Kota Pasuruan. Peka adalah perempuan yang memiliki peran menjadi tulang punggung keluarga. 

Kepala DP3AKB Kota Pasuruan Nyoman Swasti menuturkan, kriteria Peka yaitu, perempuan berstatus janda yang  menjadi tulang punggung  keluarga; perempuan tidak menikah (belum pernah nikah) tapi menjadi tulang punggung ekonomi keluarga; perempuan sudah menikah menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya tidak mampu menafkahi mungkin karena kondisi fisiknya sakit sehingga tidak mampu bekerja; dan wanita nikah siri yang menjadi tulang punggung keluarganya karena  tidak dinafkahi suaminya.

Menurut Nyoman, program pemberdayaan Peka dalam rangka ikut menciptakan tatanan masyarakat yang sejahtera, adil gender, dan bermartabat, dengan memberikan pelatihan -pelatihan seperti menjahit, kuliner, rias pengantin dan lainya. Tapi itu juga dilihat dari usia dan kondisi Peka. "Kita lihat usia dan kondisi fisik Peka. Jika usai produktif,  akan kita beri pelatihan-pelatihan. Jika sudah berumur atau kondisi fisiknya tidak produktif, akan diberi bantuan langsung dalam bentuk sembako atau uang," ucap Nyoman usai acara pembukaan Penggerakan Kader IMP di Gedung Kesenian Daerah Kota Pasuruan Darmoyudo, Selasa (13/04) sore.

Sasaran program pemberdayaan Peka, terang Nyoman, adalah Peka yang masuk katagori keluarga prasejahtera dan sejahtera satu. "Kreterianya sudah ada dari kementrian, dan sudah kami sosialisasikan ke kader IMP (Institusi Masyarakat Perkotaan)," terangnya.

Lebih lanjut Nyoman menjelaskan, saat ini dilakukan penggerakan kader IMP, setelah itu program Peka masuk tahap pendataan. Pendataan akan di lakukan oleh kader IMP yang terbagi dalam PPKBK (Petugas Pembantu Keluarga Berencana Keluarga ) di tingkat kelurahan, dan Sub PPKBK di tingkat RT. Jumlah kader sebanyak 295 orang. Terbagi di tingkat kelurahan sebanyak 34 PPKBK , satu kelurahan satu kader. Dan sisanya sebanyak 261 sub PPKBK  tersebar di setiap RT di seluruh kelurahan yang berada di empat kecamatan di Kota Pasuruan.

Acara Penggerakan Kader IMP (PPKBK dan Sub PPKBK) Tahun 2021 di Kota Pasuruan tersebut  dibuka oleh Wali Kota Pasuruan H. Saifullah Yusuf. Program pemberdayaan Peka sendiri masuk dalam enam isu yang dititipkan Gus Ipul (Saifullah Yusuf) kepada Nyoman Swasti selaku Kepala DP3AKB Kota Pasuruan.

"Saya titip enam isu di Kota Pasuruan, pertama, isu Kekerasan terhadap anak meningkat dalam satu tahun terakhir; kedua, pernikahan usia dini meningkat; ketiga, kematian bayi meningkat; keempat, stanting atau gisi buruk pada balita; kelima, angka kelahiran bayi meningkat; dan yang keenam, perempuan kepala keluarga (Peka). Saya minta ini diatasi satu persatu," tegas Gus Ipul dalam pidato pembukaannya.


Wartawan :Prabowo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nico : Pasar Ramadhan Sepi Disebabkan Perencanaan Kurang Matang, Konsep Tidak Jelas dan Promosi Kurang Masif.

Gus Ipul Tuding Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Penyumbang Nilai Terendah Indeks Inovasi Daerah Kota Pasuruan

KBTTPK Padepokan Agung Suwayuwo Pasuruan ll Gelar Peringatan 10 Suro 1953 J