Featured Post

Berbagi Indonesia Sehat, Indonesia Hebat

Gambar
  Pasuruan-PaslineNews. Dampak wabah Covid-19 sangat memberatkan bagi ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah seperti abang becak, pedagang kaki lima (PKL), dan pengusaha kecil lainnya. Prihatin dengan kondisi tersebut , sejumlah Pengurus cabang olah raga (Cabor) Elektronik Sport Indonesia (ESI) Pasuruan Raya, melakukan kegiatan sosial berbagi nasi kotak, masker, dan vitamin C. Bakti sosial itu dilakukan selama dua hari, hari Minggu dan Senin (14/09/21), di beberapa titik di kawasan yang  banyak warga beraktifitas, seperti di alun-alun, taman, dan kawasan PKl.  sambil membagikan nasi kota, masker, dan vitamin C  pengurus ESI Kabupaten dan Kota Pasuruan ini memberikan himbauan kepada warga untuk taat prokes. Dengan melakukan baksos dan sosialisasi tersebut, Rombongan E Sport Pasuruan Raya berjalan beriringan dengan menggunakan 2 kendaraan dan berhenti dibeberapa titik untuk membagikan nasi kotak, vitamin dan masker. Sebanyak 50 nasi kotak, 100 masker, plus 100 pcs Vitamin C habis dibag

Selama Enam Bulan Tidak Mendapat Ganti rugi, Korban Laka Lantas Gugat Perdata PT. MerakJaya Beton

        Laka lantas di Desa Baledono, kendaraan                concrete beton milik PT. MerakJaya Beton              hantam tiga rumah dan satu gudang, enam
         bulan lalu. 


Pasuruan-PaslineNews. 

Korban kecelakaan kendaraan concrete beton (kendaraan yang fungsinya menyemprotkan adonan beton) milik PT Merak Jaya Beton di Desa Baledono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, selama enam bulan ini dibuat merana dan tidak ada kepastian. Kecelakaan yang terjadi malam dini hari sekitar bulan Sebtember 2020 lalu  yang menghancurkan tiga unit  rumah dan sebuah gudang ini, seolah tidak ada ujungnya. 


Tiga orang pemilik rumah korban kecelakaan tersebut yakni, Sukarlin, Agus Supriyanto, dan Sulami, menilai perusahaan PT Merak Jaya Beton tidak bertanggung jawab untuk mengganti kerugian material berupa bangunan rumah, perabotan dan benda lainnya yang hancur diterak kendaraan berat tersebut. 


Suami Sukarlin, Muchamad Munir menuturkan, sebenarnya pihak perusahaan dan para korban sudah berdialog, difasilitasi Polsek Tosari disaksikan oleh Kapolsek Tosari AKP Eko dan Danramil Tosari, serta Kepala Desa Baledono Mas Prapto. Dalam pertemuan tersebut sudah terjadi kata sepakat, perwakilan pihak PT Merak Jaya Beton bersedia mengganti kerugian harta benda dan membangunan rumah korban seperri sedia kala. Perjanjian tersebut ditanda tangani oleh korban dan pengurus PT Merak Jaya Baton, Raymond pada tanggal 18 September 2020.


Entah kenapa, dipertemuan berikutnya orangnya PT. Merak Jaya Beton menawar ganti rugi dengan uang tunai. Ada empat kali pertemuan yang yang dilangsungkan di Unit Lantas Polres Pasuruan di Bangil. Pada pertemuan ke empat, pihak PT Merak Jaya Beton hanya bersedia mengganti kerugian dengan uang tunai sekitar 120 juta. " Uang senilai itu untuk mengganti kerugian empat bangunan dan material didalamnya. Tentu saja kami menolak, " Ucap Munir, Kamis (19/02/21). 


Kalau dibagi empat, tambah Munir, nilai kerugian hanya diganti uang sebesar Rp 30 juta. Munirpun memberi contoh salah satu bangunan yang menjadi korban yakni rumah milik Agus. Bangunan dua lantai ini sampai mengalami geser bagian depannya. Beberapa pilarnya miring, setelah dihitung, butuh biaya Rp 700 juta untuk membangun kembali bagian rumahnya yang rusak. " Sedangkan milik saya, rumah dan gudang, bagian depannya hancur rata dengan tanah. Dua bangunan ini saja tidak cukup  seratus juta rupiah untuk merenovasinya apalagi bangunan dua lantai milik pak Agus. Perlu diketahui, di sini kawasan pegunungan harga material bangunan disini lebih mahal dibanding di "bawah", " ujar munir. 


Karena sekian lama proses hukum laka lantas tidak ada kejelasan, korban kemudian menggugat perdatanya dengan tergugat PT Merak Jaya Beton. Surat gugatan sudah dimasukan di Pengadilan Negeri Bangil sebulan yang lalu dengan harapan mendapat keadilan. 


Kronologis singkat, kendaraan berat jenis concret beton sehabis menuang adonan beton di  Puskesmas Tosari, malam dini hari turun menuju pabrik pengolahan beton di Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Sampai di tikungan kedua di Desa  Baledono kondisi jalan menurun tajam, supir hilang kendali dan akhirnya menabrak tiga  bangunan rumah dan satu gudang. (B.). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anggur Wirogunan Andalan Pertanian Kota Pasuruan

KBTTPK Padepokan Agung Suwayuwo Pasuruan ll Gelar Peringatan 10 Suro 1953 J

Kemitraan UKM Dengan Perusahaan Besar Jurus Ampuh Kurangi Pengangguran Dimasa Pandemi Covid-19.