Featured Post

Semarak, Gebyar Hardiknas Tahun 2024 di Kota Pasuruan

Gambar
Atraksi peserta Karnival Pendidikan tahun 2024 di depan Walikota Pasuruan Drs.H Saifullah Yusuf dan Seluruh Kepala OPD Kota Pasuruan di Pendopo Surga Surgi.  Pasuruan-PaslineNews Rangkaian acara Gebyar Hardiknas tahun 2024 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Senin (03/06/24) malam, sungguh luar biasa. Ramai, meriah dan menghibur. Ribuan masyarakat Kota Pasuruan datang berduyun-duyun menikmati tontonan gratis tersebut. Rangkaian acara diawali dengan Karnival Pendidikan 2024. Start dari Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, sebanyak 96 peserta dari berbagai sekolah se kota Pasuruan ikut berpartisipasi menampilkan karya terbaiknya. Peserta berjalan menuju garis finish di Gedung Kesenian Darmoyudo di Kompleks Rumah Dinas Walikota Pasuruan, di Jalan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo , Kota Pasuruan.  Sepanjang jalan yang dilalui sejauh sekitar 300 meter menjadi panggung terbuka bagi para peserta menampilkan kebolehann

Pengenalan Diri Pak Ram Dengan Masyarakat Desa Karangasem, Petani Curhat Masalah Pupuk

 

Pengenalan Pak Ram dengan warga Desa Karangasem 


Pasuruan-PaslineNews

Persoalan pupuk yang dikeluhkan petani Pasuruan menjadi perhatian Ramdhanu  Dwiyantoro. Curhatan petani tersebut diutarakan kepada Ramdhanu dalam acara diskusi Perkenalan Ramdhanu dengan elemen masyarakat di Pedukuhan Krajan, Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/05/24) malam.


Dalam diskusi tersebut, para petani mengeluhkan keberadaan pupuk subsidi yang kerap kosong di pasaran ketika musim tanam tiba. Mau tidak mau petani harus membeli pupuk non subsidi dengan harga yang menyesakan dada. 


Mendengar curhatan para petani, Pak Ram, panggilan akrab Ramdhanu, mengatakan, bahwa pupuk bersubsidi merupakan kebijakan pemerintah yang tercatat jelas data penerimanya. 


Menurutnya, persoalan pupuk salah satunya disebabkan oleh penggunaan pupuk yang tidak sesuai takaran. Petani cenderung berlebihan menggunakan pupuk. Mungkin saja   petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian tidak memberikan petunjuk yang benar takaran penggunaan pupuk. 


Dia  menemukan salah satu biang persoalan pupuk tersebut ketika masih menjabat Kajari Kabupaten Pasuruan selama lebih dari 5 tahun. "Saya sangat paham masalah pupuk di Pasuruan. Salah satu penyebabnya penggunaan pupuk yang berlebihan.  Pupuk bersubsidi memang ada catatannya. Tidak bisa dikeluarkan bebas begitu saja," ujar Ramdhanu.


Meski begitu, pria yang mendaftar calon Bupati Pasuruan lewat PKB ini menawarkan sebuah solusi, pupuk non subsidi dengan harga diskon. Tawaran itu disampaikan lantaran dia memiliki koneksi dengan produsen pupuk.


Kontan saja tawaran itu diterima oleh petani. Imron tokoh masyarakat Desa Karangasem  berharap Pak Ram bisa merealisasikan tawarannya itu meski belum menjadi bupati. 


" Ini bukti nyata perhatian Pak Ram kepada petani. Meski belum menjadi bupati tapi sudah membantu masyarakat petani. Mudah-mudahan Pak Ram mendapat rekomendasi dari parpol dan nantinya bisa menjadi Bupati Pasuruan," ujarnya.


Selain masalah pupuk, masalah peluang kerja untuk tenaga kerja lokal di pabrik-pabrik juga menjadi curhatan masyarakat. Menurut Ramdhanu, tenaga kerja lokal sebenarnya mendapat porsi besar di pabrik atau perusahaan. "Tenaga kerja lokal diberi porsi yang besar. Saya tahu aturan itu. Tapi aturan itu tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, jika saya ditakdirkan menjadi bupati, akan saya benahi aturan-aturan itu," terangnya.


Seperti biasa,  di dalam safari politik  Pengenalan Diri  Pak Ram kepada masyarakat, Dihadapan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, kader desa dan guru Madin/TPQ,  mantan Kajari Kabupaten Pasuruan tersebut memaparkan misinya. Mulai bidang pertanian, pendidikan, kesehatan,  investasi hingga potensi kekayaan alam  lokal. Dan juga memaparkan Visinya yakni  menjadikan Pasuruan maslahat berkah, barokah dan menjadi lebih baik.


Ramdhanu bersama teman, sahabat dan simpatisannya terus melakukan sosialisasi pengenalan Pak Ram ke publik Pasuruan meski DPP Partai Kebangkitan Bangsa sudah memberikan Surat Tugas Konsulidasi kepada Gus Mujib Imron salah satu pendaftar calon bupati lewat PKB.


"Sebelum ada 'janur melengkung' saya  akan terus berjuang menggapai rekomendasi dari PKB. Untuk itu saya bersama teman-teman terus melakukan pengenalan diri saya kepada publik Pasuruan untuk meningkatkan elektabilitas saya," tutupnya.


Reporter: Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anggur Wirogunan Andalan Pertanian Kota Pasuruan

Porprov Jatim VIII /2023, Kontingen Kota Pasuruan Tanpa Pencak Silat

Rudiyanto, AP.M.M., Sekda Kota Pasuruan