Featured Post

Upaya Angkat Olahan Bandeng Jelak Menjadi Komoditi Unggulan Kota Pasuruan. Oleh: Mulyo Prabowo

Gambar
Poklasar Jelak Joyo Food menunjukan salah satu kreasi olahan bandeng jelak. Pasuruan-PaslineNews  Nama bandeng jelak sudah tidak asing ditelinga masyarakat Pasuruan. Jenis ikan bersisik keperakan hasil budidaya petambak di Pedukuhan Jelak, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan  itu sangat disukai karena rasa dagingnya lebih gurih, lembut dan tidak bau tanah. Ketua Kelompok Pengelola dan Pemasaran (Poklasar) produk olahan bandeng  Jelak Joyo Food (JJF), Nurhayati mengatakan, bandeng jelak memang sedikit berbeda dibanding ikan bandeng dari daerah lain. Selain rasanya lebih gurih dan tidak bau tanah, perbedaan itu terlihat dari bentuk fisiknya. Bandeng jelak memiliki ukuran sedikit lebih kecil tapi berisi. Rata-rata perkilonya berisi empat ekor, atau sekitar 2,5 ons per ekornya dalam kondisi segar.  Ciri lainnya, bandeng jelak bibirnya berwarna merah. Sehingga banyak orang menyebutnya dengan si bibir merah, atau ikan bergincu. "Itu ciri fisik khas bandeng jelak y

Kinerja Pemerintah Terus Meningkat, Tapi, Angka Pengangguran dan Kemiskinan Masih Di Atas Target

Angka dan data indikator capaian pembangunan Pemkot Pasuruan tahun 2023 dipaparkan saat sidang paripurna DPRD Kota Pasuruan.


Pasuruan PaslineNews

Kinerja  Pemerintah Kota Pasuruan dari tahun- ketahun terus meningkat, terbukti dengan banyaknya penghargaan yang sudah diraih,  ada sekitar 60 penghargaan yang sudah diraih pemerintah Kota Pasuruan.


Hal tersebut disampaikan Walikota Pasuruan Drs.H Saifullah Yusuf dalam sidang paripurna pertama, Penyampaian Nota Pengantar LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) Walikota Pasuruan tahun anggaran 2023, di ruang sidang DPRD Kota Pasuruan, Jalan Balaikota, Kota Pasuruan, Rabu (13/03/24).


Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, mengatakan, bahwa capaian itu berkat kerja keras OPD (Organisasi Perangkat Daerah), yang bertekad melakukan reformasi birokrasi yang berkualitas dan layanan publik yang inklusif.

Sehingga dapat memenuhi Misi IV Walikota Pasuruan  sesuai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2021-2026,  program Transformasi Layanan Publik Yang Mudah dan Cepat Melalui Digitalisasi Manajemen dan Birokrasi Yang Adaptif.


Menurut Gus Ipul, capaian tersebut terukur dalam enam indikator sasaran yang melampaui target. Diantaranya,  SAKIP ( Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan) mendapat nilai BB, di rentang nilai 70-80. Artinya, sangat baik. Terdapat gambaran bahwa AKIP sangat baik di 2/3 unit kerja, baik unit kerja utama maupun pendukung.


Berikutnya, indikator penggunaan anggaran, pemerintah Kota Pasuruan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Indikator lainnya yang diraih pemerintah Kota Pasuruan yang sesuai bahkan melampaui target adalah, Level Maturitas nilai 3 (target 3), Indeks Profesionalisme ASN mendapat nilai 64,22 ( target 54,25), Indeks SPBE mendapat nilai 3,43 (target 2,81), dan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM ) diangka 90,25 (target 82,44).


Klaim peningkatan kinerja pemerintah Kota Pasuruan tersebut tidak sepenuhnya  berbanding lurus dengan capaian pembangunan. Hal itu digambarkan oleh  Indikator Kerja Utama. Capaiannya hanya  diangka 71,43%. Artinya tidak semua indikator sesuai dengan target. Angka dan data Indikator Kerja Utama tersebut  disajikan dalam layar lebar vidiotron saat sidang paripurna DPRD Kota Pasuruan yang terbuka untuk umum.


Ada dua indikator dari tujuh indikator Kerja Utama  yang masih berwarna merah (tidak memenuhi target). Yakni Gini rasio dan angka kemiskinan.


Gini rasio, merupakan salah satu alat yang mengukur tingkat kesenjangan pembagian pendapatan relatif antar penduduk dalam suatu wilayah. Semakin kecil angka rasionya, tingkat kesenjangan pendapatan juga semakin kecil. Kota Pasuruan Gini rasionya masih relatif gemuk (nilai 0,378), dibanding target diangka 0,33. 


Sedangkan indikator  angka kemiskinan, Kota Pasuruan angkanya masih lebih tinggi (6,6) dari target yang ditetapkan di angka 5,65. Semakin kecil nilai indikatornya, semakin kecil pula jumlah masyarakat miskin di Kota Pasuruan, begitu pula sebaliknya.


Masih relatif tingginya angka kemiskinan di kota Pasuruan, menurut Walikota Pasuruan Drs HM Saifullah Yusuf, hal itu disebabkan terjadinya transformasi dari  masyarakat miskin ekstrim menjadi masyarakat miskin. "Masyarakat miskin ekstrim berkurang banyak, tapi masyarakat miskin bertambah,"ucap Gus Ipul saat sidang paripurna di DPRD Kota Pasuruan.


Tidak hanya itu, masih ada empat poin  indikator capaian pembangunan pemerintah Kota Pasuruan yang masih berwarna merah (tidak memenuhi target yang ditetapkan). Yakni tingkat pengangguran terbuka capaiannya 6,00 (target 5,64), rasio PAD terhadap pendapatan capaiannya 19,07% (target 21,00%), indeks lingkungan hidup capaiannya 57,78 (60,79%)target  dan pengeluaran perkapita capaianya Rp14.250.000.-(target Rp14.251.570,-). 


Meski belum mencapai 100% Indeks Kerja Utama, pemerintah Kota Pasuruan dibawah komando Walikota Saifullah Yusuf dan wakil Walikota Adi Wibowo, telah mampu meningkatkan indeks Reformasi Birokrasi (IRB) di angka 80,08 , lebih tinggi dari target  66,22. 


Selain itu, pemerintah juga mampu meningkatkan Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) di angka 4,26 dari target yang di patok di angka 3,6. Yang paling penting Kota Pasuruan telah sukses mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 melebihi target yang  dipatok di angka  5,48. Dan juga  sukses meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per Kapita sebesar Rp 48.901.942.- melebihi target sebesar Rp44.545.650.-.



Reporter: Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anggur Wirogunan Andalan Pertanian Kota Pasuruan

Porprov Jatim VIII /2023, Kontingen Kota Pasuruan Tanpa Pencak Silat

Daftarkan 30 Bakal Calegnya, Partai Gerindra Bertekad Menang di Kota Pasuruan