Postingan

Featured Post

Sebanyak 1095 PPS Se-Kabupaten Pasuruan Dilantik

Gambar
Zainul Faizin secara simbolis menyerahkan SK PPS. Pasuruan-PaslineNews. Sebanyak 1095 Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Pasuruan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Zainul Faizin, di aula Sentra Bordir Bang Kadir, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa (24/01/23). Menurut Zainul Faizin, sebagai ujung tombak KPU, anggota PPS yang dilantik tersebut merupakan yang terbaik karena sudah lolos dari tes administrasi, tes tulis dan tes wawancara yang kemudian ditentukan melalui sidang pleno Komisioner KPU. Setelah dilantik, lanjut Faizin sapaan akrab Zainul Faizin, PPS segera berkoordinasi dengan pemerintah desa di wilayahnya masing-masing. "Koordinasi-lah dengan kepala desa sebaik mungkin. Andap asor, jangan mentang-mentang. Sebab, kalian butuh bersinergi dengan pemerintah desa," pesan Faizin. Dia juga berpesan, agar supaya PPS bisa melayani masyarakat sebaik mungkin. Mulai dari sosialisasi pemilu, pemutahiran data pemilih, hingga pelaksanaan penc

Ponpes Al-Falah Sya'roniyah Shiddiqiyah Kirim Paket Bantuan Korban Gempa Garut dan Menyantuni Ratusan Anak Yatim Di Sekitar Pondok

Gambar
Bagi-bagi santunan anak yatim (atas). Bagi-bagi paket bantuan korban gempa Garut. Pasuruan-PaslineNews. Ponpes Al-Falah Sya'roniyah Shiddiqiyah menggelar bakti sosial kepada korban gempa  Garut, sekaligus membagikan  santunan kepada ratusan anak yatim piatu di sekitar ponpes, di halaman Ponpes Al-Falah Sya'roniyah, Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/12/22). Pembina Ponpes Al-Falah Sya'roniyah Shiddiqiyah, Dadang Tri Yudianto menuturkan,  aksi bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Pondok kepada korban gempa Garut yang terjadi pada  4 Desember 2022 lalu. "Bantuan kami salurkan melalui perwakilan di Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut," ujarnya. Selain korban gempa Garut, lanjutnya, pihaknya juga memberikan santunan kepada tiga ratus anak yatim berasal dari wilayah sekitar kecamatan Beji. "Selain membantu meringankan kebutuhan hidup anak yatim-piatu, tujuan dari bakti sosial tersebut  mengajak kepada masyaraka

Nonton Bareng Final Piala Dunia 2022, Wajib Medical Check Up

Gambar
KH. Jazuli Sya'roni, pengasuh Ponpes Al-Falah Sya'roniyah Asiddiqiyah (peci putih). Pasuruan-PaslineNews. Cara unik keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Sya'roniyah Asiddiqiyah, menggelar nonton bareng final sepak bola piala dunia 2022, dengan mewajibkan  semua yang hadir melakukan medical check up, di pelataran Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Sya'roniyah Asiddiqiyah, Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (18/12/22) malam  Menurut KH. Jazuli Sya'roni, pengasuh Ponpes Al-Falah Sya'roniyah Asiddiqiyah, medical check up tersebut untuk memastikan bahwa masyarakat yang hadir di acara tersebut  bebas dari Covid-19. "Kami ingin memastikan kalau yang hadir negatif Covid-19. Dan juga memastikan sehat untuk begadang nonton bareng final piala dunia 2022, sesuai tema kami Kongkow Sehat Gembira," ujarnya. Tidak hanya yang hadir nobar, lanjutnya, masyarakat sekitar pun banyak yang ikut medical check up gratis yang disokong Nakes (tenaga

Arm Payung Madinah Bengkok, Komisi_3 Minta Ganti Baru

Gambar
Komisi-3 Sidak payung Madinah yang mengalami masalah teknik. Pasuruan-PaslineNews Satu dari enam  payung madinah di alon-alon Kota Pasuruan mengalami masalah ketika diujicoba Senin (12/12/22) malam. Payung tersebut tidak bisa mekar karena empat dari enam arm atau lengan payung mengalami macet lantas melengkung (bukan patah seperti ramai diberitakan). Payung raksasa yang berada di deretan sebelah barat sisi selatan tersebut  sempat menjadi tontonan warga ketiga gagal mekar.  Berita tersebut akhirnya sampai juga ke telinga Komisi-3 DPRD Kota Pasuruan.  Mereka langsung melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) ke lokasi proyek  payung madinah, Selasa (13/12/22). Kepada Sekretaris Disparpora Kota Pasuruan Akung Nova Janto dan pelaksana PT Detiga Inti Teknik Sinergi, Andrian Awal, Komisi 3 meminta penjelasan penyebab arm yang gagal mengembang. Dan meminta semua material yang rusak diganti baru.  Dihadapan komisi-3 Andrian Awal menjelaskan kronologi dan penyebab bengkoknya arm payung madinah. Menu

Ngopi Bareng GP Ansor dan Banser Untuk Membangun Semangat Kebersamaan dan Kekeluargaan

Gambar
Atas : Miftah (kiri). Bawah : Acara ngopi bareng. Pasuruan-PaslineNews. Gerakan Pemuda Ansor Ranting Desa Pleret, memiliki sebuah cara yang efektif, murah dan santai untuk membangun semangat kebersamaan dan kekeluargaan anggota dan pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor,  bersama anggota dan pengurus Banser Ranting Desa Pleret. Mereka menggelar acara Ngopi Bareng Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Ranting Desa Pleret, di Pendopo Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/12/22) malam.  Miftah, Ketua GP Ansor Ranting Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan menuturkan, kegiatan rutin sebulan sekali ini untuk menguatkan anggota dan pengurus GP Ansor yang baru dilantik beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut merupakan sarana untuk berdiskusi terkait kegiatan sosial dan kegiatan lainnya untuk kemaslahatan masyarakat.  "Kegiatan ngopi bareng ini kita isi dengan ngobrol santai  membicarakan kegiatan sosial di masyarakat seperti kerja bakti bersih- bersih ling

Ismail : Permasalahan KONi, Semua Harus Duduk Bareng. Harus Bicara. Butuh Sebuah Komunikasi, Forumnya Di KONI. Dewan Siap Fasilitasi Ke Pemerintah.

Gambar
Adiensi 12 pengurus Cabor wadul soal kepengurusan KONI. Pasuruan-PaslineNews. Sejumlah pengurus Cabor (Cabang Olahraga) yang tergabung dalam KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Pasuruan wadul ke pada dewan, diruang paripurna DPRD Kota Pasuruan, Rabu (07/12/22). Diterima Ketua DPRD Kota Pasuruan, H.Ismail Marzuki Hasan, didampingi anggotanya H.Abdullah Junaedi, ST,  H.Nawawi, dan Sekwan H.Murahanto, mereka mengeluhkan kondisi KONI saat ini. Yang paling santer disuarakan adalah dana reward bagi atlet berprestasi di ajang Porprof tahun 2022, yang tidak kunjung di berikan.  Ditambah lagi keluhan soal dana pembinaan atlet di setiap cabor yang dinilai terlalu kecil dibanding periode sebelum-sebelumnya, serta masalah internal lainnya. Dan meminta pemerintah untuk membekukan kegiatan KONI Kota Pasuruan bahkan kalau perlu dibubarkan. Biang kesalahan semua masalah tersebut dialamatkan kepada ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar. Gangsar dituding tidak becus ngurusi KONI. Tidak adil dalam

FPKB Dorong Pemkot Pasuruan Naikan Honor Guru Ngaji

Gambar
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kota Pasuruan, H.Abdullah Junaedi, ST. Pasuruan-PaslineNews Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) di DPRD Kota Pasuruan mendorong pemerintah Kota Pasuruan merealisasikan usulannya menaikan honor sekitar 1100 guru ngaji pada tahun anggaran 2023 menjadi Rp 300 ribu setiap bulan, naik Rp 100 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 200 ribu. Ketua FPKB H.Abdullah Junaedi, ST., menuturkan, pemerintah berkomitmen  akan menindak lanjuti usulan kenaikan honor guru ngaji pada tahun 2023 mendatang. Sebab,  sudah lama memang tidak ada kenaikan honor. Padahal, harga barang kebutuhan pokok belakangan terus mengalami kenaikan. Sudah selayaknya honor guru ngaji dinaikkan "Kami berharap, tahun anggaran 2023 pemerintah realisasikan kenaikan honor guru ngaji. Ini bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah kepada guru ngaji yang sudah berperan mencerdaskan anak-anak kita dibidang ilmu agama Islam. Mereka ini golongan manusia yang ikhlas, diberi atau tidak diber

Perjuangan Heroik Arek Pasuruan Kota Yang Terlupakan Sejarah (2)

Gambar
Pejuang melakukan penyusupan. Insert : makam R. Sutiaji (Setiaji) di makam Pahlawan Kota Pasuruan. Pasuruan-PaslineNews. Arek Pasuruan mendadak terkenal di kawasan Malang dan menjadi perbincangan masyarakat Malang  dan sekitarnya, karena  keberaniannya  berontak dan berhasil lolos dari penjara Lowok Waru Malang.  Saat itu ditahun 1949 perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya mengalami fase yang sulit. Mata-mata Belanda tersebar dimana-mana. Sulit sekali membedakan kawan dengan lawan.  Hal itu juga terjadi di Pasuruan. Arek-arek Pasuruan yang menghimpun dirinya di kompi Combat troops toopen, gabungan dari laskar Hibullah dan tentara, dibawah pimpinan Imam Jembrak, mendapat tantangan yang sama yaitu mata-mata Belanda. Sebagaian tidak bisa melanjutkan gerilya karena alasan tersebut. Banyak pejuang yang tertangkap Belanda dan tidak sedikit yang gugur di ujung peluru militer Belanda. Sehingga, jumlah pejuang kita berkurang hingga separuh. Dengan jumlah tersisa ini per