Featured Post

Dengan Berbagi, TK Sandy Putra Didik Anak Anak Peduli Sesama

Gambar
Anak-anak TK Sandy Putra berbagi Pasuruan-PaslineNews. Mendidik anak agar memliki kepekaan sosial, empati, dan kasih sayang kepada sesama memang harus dimulai sejak usia dini. Seperti yang dilakukan Taman Kanak-Kanak (TK) Sandy Putra yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Gg. 8, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.  Didampingi ibu gurunya puluhan anak anak TK Sandy Putra membagikan nasi kotak kepada tukang becak, petugas kebersihan dan  pengendara sepeda pancal di tepi jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Kamis (29/09/22). Susi, salah satu guru TK Sandy Putra mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendidik dan melatih anak anak agar memiliki empati, kasi sayang dan kepedulian terhadap sesama." Mudah-mudahan  momen berbagi ini terekam di benak anak-anak  dan akan tumbuh menjadi insan yang peduli kepada sesama dan ringan bersodaqoh," ujarnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebulan sekali setiap akhir bulan. &qu

Gus Ipul Tuding Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Penyumbang Nilai Terendah Indeks Inovasi Daerah Kota Pasuruan

Wali Kota Pasuruan, Drs. Saifullah Yusuf saat menyampaikan Jawaban Eksekutif Terhadap Pandangan Umum Fraksi di DPRD Kota Pasuruan .

Pasuruan-PaslineNews

Kota Pasuruan yang dinilai kurang inovatif oleh Kementrian Dalam Negeri, membuat Wali Kota Pasuruan Drs. H. Saifullah Yusuf meradang. Dia terang-terangan  menuding dua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan penyumbang nilai terendah dalam pengukuran indeks inovasi daerah oleh Kementrian Dalam Negeri.


Hal tersebut disampaikan oleh Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf ditengah menyampaikan Jawaban Eksekutif Terhadap  Pemandangan Umum Fraksi atas Empat Raperda pada rapat paripurna ke-2, DPRD Kota Pasuruan, Jumat (27/05/22).


Saifullah Yusuf menyebut, Dinas Pendidikan Kota Pasuruan tidak memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baik. Sehingga pelayanan tidak berjalan maksimal. "Guru yang mau ngurusi sesuatu ke dinas tidak bisa cepat selesai karena tidak ada SOP nya," ucapnya.


Oleh sebab itu, lanjutnya, dirinya akan lebih sering mendatangi kantor Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. "Saya akan sering datang ke dua kantor itu dua sampai tiga kali dalam seminggu," tegas Sekjen PB NU ini.


Diketahui, Penilaian Kemendagri tentang indeks inovasi daerah provinsi, kabupaten, Kota, tahun 2021, yang dirilis pada pertengahan bulan Mei lalu,  menempatkan Kota Pasuruan berada di urutan ke-83 dari 93 kota di Indonesia. Skor yang didapat Kota Pasuruan 13,60 dengan predikat sebagai kota yang kurang inovatif.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Maut Rombongan Pensiunan Eks Guru SMPN 8 Kota Pasuruan di Tol Bawean-Ungaran, Semarang.

Nico : Pasar Ramadhan Sepi Disebabkan Perencanaan Kurang Matang, Konsep Tidak Jelas dan Promosi Kurang Masif.

Rudiyanto, AP.M.M., Sekda Kota Pasuruan