Featured Post

Pelayanan Vaksin Lengkap hingga Booster-2, Ciptakan Herd Immunity.

Gambar
Pasuruan-PaslineNews. Ciptakan Herd Immunity  atau populasi masyarakat kebal penyakit menular, Program vaksinasi Corona virus terus berlanjut. Pemerintah sudah mencanangkan vaksin bosster-2. Untuk itu, Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan sudah siap jika masyarakat melaksanakan vaksin booster-2. Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kolaborasi dengan Badan Intelejen Negara ( BIN ) Daerah Jawa Timur tetap membuka layanan vaksin di Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan, seperti biasanya. Pelayanan vaksin lengkap terus berlanjut, baik dosis satu, dua, maupun booster-1 dan Booster-2. '"Menghadapi program vaksinasi booster-2, Rumah Vaksin Taman Kota membuka layanan seperti biasa. Tidak ada persiapan khusus. Kami masih tetap melayani vaksin dosis satu, dua maupun booster-1 dan booster-2. Memang sampai hari ini, belum ada yang vaksin booster-2.  kebanyakan vaksin booster-1," ujar dr. Ardiansyah, koordinator vaksin di Rumah Vaksin Taman Kota Pasuruan, Senin (01/08/22). Pewarta : Mulyo.

Restorative Justice Solusi Cegah Dini Konflik Sosial Bagi Masyarakat




Pasuruan-PaslineNews.

Kewaspadaan dini terhadap masalah hukum yang terjadi ditengah masyarakat  bisa menggunakan pendekatan hukum yang disebut  Restorative Justice. Yaitu Penghentian penuntutan dengan cara melibatkan pelaku, korban, keluarga, tokoh masyarakat, dan aparat desa, untuk mencari solusi terbaik.


Hal tersebut diungkapkan oleh Jemmy, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan selaku nara sumber dalam acara, Sosialisasi Pembinaan Sistem Deteksi Dini dan  Cegah Dini Konflik Sosial Bagi Masyarakat, oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, di Pendopo Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/05/22). 


Jemmy menuturkan, di dalam Restorative Justice, masalah hukum diselesaikan secara kekeluargaan, dengan melibatkan semua pihak tidak melalui persidangan dengan mencari solusi terbaik atau win-win solution. Artinya, pelaku dan korban sama-sama menang. 


Model penyelesaian masalah hukum tersebut lanjut Jemmy, sangat pas diterapkan  dalam pencegahan dini konflik sosial ditengah masyarakat. Sebab, masalah sosial bisa muncul  bermula dari masalah hukum yang sifatnya ringan. 


"Dari masalah hukum yang sifatnya ringan ini bisa menjadi masalah sosial jika penangannnya kurang tepat. Misal kasus pencurian sandal oleh anak-anak. Masalah ini tidak perlu di bawah sampai persidangan, cukup diselesaikan dilingkungan tempat kejadian perkara dengan melibatkan pelaku,  orang tua pelaku, korban, tokoh masyarakat dan aparat desa setempat," paparnya.


Penyelesaian masalah hukum dengan pendekatan Restorative Juatice didasari oleh norma-norma hukum dan ada aturan  undang-undangnya, yakni KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Dan juga ada syarat-syaratnya. 


Syarat pertama, pelaku pertama kali melakukan perbuatan dan tidak  berulang. Kedua, ancaman hukumannya tidak lebih dari 5 tahun. Syarat ketiga,  kerugiannya tidak lebih dari 2,5 juta, karena itu masuk tipiring. "Yang jelas, upaya hukum ini untuk mewujudkan tujuan hukum yakni, keadilan, bermanfaat, dan kepastian hukum," tutup Jemmy.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nico : Pasar Ramadhan Sepi Disebabkan Perencanaan Kurang Matang, Konsep Tidak Jelas dan Promosi Kurang Masif.

Gus Ipul Tuding Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Penyumbang Nilai Terendah Indeks Inovasi Daerah Kota Pasuruan

KBTTPK Padepokan Agung Suwayuwo Pasuruan ll Gelar Peringatan 10 Suro 1953 J