Featured Post

Menata PKL Akun-Alun Kota Pasuruan Dengan Menciptakan Destinasi Wisata Kuliner. Oleh : Mulyo Prabowo

Gambar
  Jalan W.Supratman, Kawasan timur Alun-alun Kota Pasuruan. Pasutuan-PaslineNews Wajah kota Pasuruan yang sudah diface-off memang tampak lebih elok. Apalagi wajah alun-alun Kota Pasuruan yang sudah dihias dengan payung Madinah semakin cantik bak wajah juara putri kecantikan. Akan tetapi sinar kecantikannya hanya bercahaya ketika waktu siang hari. Begitu masuk waktu senja, wajah sang putri semakin suram. Semakin malam aura cantiknya tidak nampak lagi. Kecantikannya tertutupi oleh hiruk pikuk pedagang kaki lima (PKL) yang setiap malam menjajakan bermacam kuliner berderet  di tepi trotoar alun-alun. Selain menganggu keindahan alun-alun, keberadaan PKL juga mempersempit badan jalan  yang ikut menyumbang keruwetan lalu-lintas. Pemerintah yang juga ingin mengangkat kuliner untuk mendukung wisata religi makam ulama besar KH. Abdul Hamid di pemakaman masjid Jami' Al-Anwar, harus memeras otak menata PKL. Apalagi antara masjid Jami' Al-Anwar dengan Alun-alun Kota Pasuruan sudah terkoneks

Nico : Pasar Ramadhan Sepi Disebabkan Perencanaan Kurang Matang, Konsep Tidak Jelas dan Promosi Kurang Masif.

Pasar Ramadhan Taman Kota Pasuruan sore hari terlihat sepi. Inside : Nico Tresno Prahoro, Ketua Forum UKM Mandiri Jatim.



Pasuruan-PaslineNews

Setelah satu minggu berjalan ternyata Pasar Ramadhan di Taman Kota Pasuruan sepi pengunjung, bahkan banyak stand yang tidak buka. Padahal, pasar yang dibuka Wali Kota Pasuruan Drs.H Saifullah Yusuf, Rabu (20/04/22) lalu, diharapkan mampu menarik perhatian publik kota maupun luar Kota Pasuruan. 

Lokasinya pun sebenarnya strategis,  terletak di taman yang luas terintegrasi dengan bangunan cagar budaya Gedung Harmoni yang menjadi icon Kota Pasuruan. Tempat tersebut jujugan warga bersantai bersama keluarga, teman atau kolega. Tapi entah kenapa, sajian barang yang menghiasi sejumlah stand UMKM sepertinya hambar, tidak menggairahkan, orang malas belanja ke tempat tersebut.

Masalah tersebut mendapat perhatian dari  Ketua Forum UKM Mandiri Jawa Timur, Nico Tresno Prahoro. Menurutnya, banyak stand tutup dan sepinya pengunjung disebabkan oleh tiga faktor. Yaitu, perencanaan belum matang, konsep tidak jelas dan yang paling penting sosialisasi atau promosi kurang masif.

"Seharusnya Disperindag selaku penyelenggara bisa merencanakan dengan baik Pasar Ramadhan tersebut. Seperti, masalah  waktu lamanya kegiatan. Harusnya sudah berjalan di awal ramadhan. Tapi ini mendekati H-7 lebaran, yang mana masyarakat sudah sibuk mudik dan persiapan lebaran. Kelihatan seperti dipaksakan atau tergesa-gesa," ujar Nico di kediamannya di Kampung Darmoyudo, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Selasa (26/04/22).

Lanjut Nico, Pasar Ramadhan juga tidak dikonsep dengan jelas. Seperti penataan stand. Stand yang berjajar panjang menutupi keindahan taman, sehingga masyarakat enggan datang ketempat tersebut. "Seharusnya stand ditata sedemikian rupa sehingga tidak menutupi keindahan taman, dan stand dikelompokan sesuai jenis barang yang dijual. Seperti stand khusus menjual makanan dan minuman, itu bisa di tempatkan di sudut utara taman. Begitu juga dengan jenis produk lainnya," jelasnya.

Meski Walikota Pasuruan mengatakan ini pasar murah. Tapi tidak ada program menjual sembako murah di Pasar Ramadhan. Padahal,  pasar murah yang menjual sembako murah lebih diharapkan dan diminati oleh masyarakat. Sebab, harga kebutuhan pokok belakangan  semakin melambung, seperti minyak goreng. "Jika  Pasar Ramadhan menjual minyak goreng murah, hal ini akan menJadi momen 'obat' bagi masyarakat yang telah menelan  mahalnya harga minyak goreng, "kata Nico.

Lebih lanjut Nico mengatakan, terselenggaranya Pasar Ramadhan kurang sosialisasi atau promosinya. Padahal promosi bagian penting suksesnya sebuah kegiatan. "Promosi harus lebih masif. Bila perlu promosi  dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Bisa melalui sebaran  baliho dan spanduk, ataupun sosialisasi lewat kelurahan, woro woro melalui mobil keliling kampung, dan lain-lain," pungkasnya.


 Wartawan : Prabowo







Komentar

  1. Mantab p. Nico selaku ketua UMKM mandiri mg menjadikan pelajaran evaluasi tahun depan di event yg Sama

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tragedi Maut Rombongan Pensiunan Eks Guru SMPN 8 Kota Pasuruan di Tol Bawean-Ungaran, Semarang.

Rudiyanto, AP.M.M., Sekda Kota Pasuruan

Anggur Wirogunan Andalan Pertanian Kota Pasuruan