Featured Post

Prihatin Peningkatan Kasus Covid-19 Dan Peduli Keselamatan Nakes, DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Beri Bantuan Pakaian APD Ke Sejumlah Puskesmas

Gambar
Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan, H.M Hasjim Asjari (tengah), didampingi jajaran pengurus, menyerahkan bantuan pakaian APD kepada dr.g. Andriani, Kepala Puskesmas Karangketug Pasuruan-PaslineNews DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan membagikan sejumlah alat pelindung diri (APD) ke Puskesmas se-Kota Pasuruan, Rabu (21/07/21). Kegiatan bagi-bagi APD tersebut merupakan bentuk keprihatinan Partai Nasdem karena semakin meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Kota Pasuruan. Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan H.M. Hasjim Ashari menuturkan, pihaknya merasa prihatin dengan tingginya tingkat penularan Covid -19 di Kota Pasuruan. Hal itu membuat pekerjaan tenaga kesehatan (Nakes) menjadi lebih berat. Dengan semakin beratnya tugas Nakes berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan APD.  Apalagi banyak Nakes yang tertular virus corona karena kelelahan atau penyebab lainnya. "DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan merasa prihatin dengan semakin tingginya tingkat penularan Covid-19, apalagi

Rumah Sakit Purut Resmi Memiliki Layanan Cuci Darah

 

Walikota Pasuruan Drs.H.Saifullah Yusuf meresmikan Unit Hemodialisa RSUD dr.R.Soedarsono


Pasuruan-PaslineNews.

Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soedarsono Kota Pasuruan kini bertambah satu lagi, setelah layanan Unit Hemodialisa diresmikan oleh Wali Kota Pasuruan, Drs.H Saifullah Yusuf, Rabu (03/0621).

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab H. Saifullah Yusuf, Unit Hemodialisis atau layanan cuci darah bagi penderita ginjal kronis ini akan melayani warga Kota Pasuruan dan sekitarnya agar tidak perlu jauh-jauh cuci darah keluar kota. "Warga Kota Pasuruan penderita ginjal kronis tidak perlu jauh-jauh cuci darah ke rumah sakit di luar kota, bisa cuci darah di sini (RSUD.dr R.Soedarsono). Apalagi Kota Pasuruan sudah UHC (Universal Healt Covered) yakni, 97% warga Kota Pasuruan diikutkan menjadi peserta BPJS. Tinggal tunjuk KTP Kota Pasuruan, pasien sudah bisa dilayani, "ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, Unit Hemodialisis tersebut dibangun pada tahun 2018 lalu. Pada tahun 2020 bangunan, fasilitas dan peralatan medis seperti mesin cuci darah, serta tenaga medisnya sudah ada, namun belum bisa dioperasionalkan.

"Setelah saya dan mas Adi Wibowo dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan, segera membuat langkah percepatan. Saya hubungi pihak rumah sakit dr. Soetomo Surabaya untuk segera merefresh (update ilmu dan update ketrampilan) tenaga medis Unit Hemodialisa RSUD dr.R.Soedarsono. Sebab, inilah yang menjadi pokok masalahnya. Semenjak wabah corona merebak, RSUD dr.Soetomo tidak menyelenggarakan refresh tenaga medis hemodialisis. Alhamdulillah, permintaan kami dikabulkan, dan tenaga medis  Hemodialisis bisa mengikuti refresh di rumah sakit dr. Soetomo," jlentrehnya.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, setelah layanan unit Hemodialisis diresmikan, manajemen rumah sakit harus melengkapi hal yang diperlukan dan melakukan cek mesin hemodialis dan peralatan lainnya agar bisa segera menerima pasien. "Saya minta setelah diresmikan harus segera tuntaskan dan segera menerima pasien," tegasnya.

Plt.Direktur RSUD dr.R.Soedarsono, dr Burhan, MMRS. mengatakan, setelah diresmikan, pihaknya akan melakukan uji mutu mesin dan peralatan hemodialisis. Dia menarget akhir bulan Juni ini layanan Unit Hemodialisis yang berada disisi Utara rumah sakit Purut baru bisa menerima pasien. "Pelayanan hemodialisis merupakan pelayanan yang beresiko tinggi, untuk mulai beroperasionalnya pelayanan, masih diperlukan uji mutu. Target kami, akhir bulan Juni baru bisa menerima pasien,"jelasnya.

Lebih lanjut Burhan mengatakan, terwujudnya pelayanan Unit Hemodialisis dilatarbelakangi tingginya penderita penyakit ginjal kronis. Penyumbang terbesarnya  berasal dari  tingginya penderita diabetus militus atau kencing manis yang harus diantisipasi komplikasi terjadinya penyakit ginjal kronis. Menurut data dari Pernefri 50 % lebih penderita diabetes akan jatuh pada penyakit ginjal kronis.

Menurut data Pernefri, tingginya jumlah kasus ginjal kronis di seluruh Indonesia  setiap tahunnya meningkat dua kali lipat. Dan sebanyak 0,8% pasien diabetus mengalami gagal ginjal kronis stadium terminal yang memerlukan tindakan hemodialisis. Di Kota Pasuruan yang berpenduduk 210.247 jiwa, pada tahun 2020 warga yang menderita penyakit gagal ginjal kronis yang memerlukan tindakan hemodialisis sebanyak 24 pasien. Pada tahun 2021 sampai bulan Mei saja, sebanyak tujuh pasien yang harus diberi tindakan hemodialisis.

"Data Pernefri menyebutkan, di Pasuruan Raya membutuhkan 428 unit mesin hemodialisis. RSUD Bangil masih memiliki 36 unit. Atas kondisi tersebut RSUD dr.R.Soedarsono Kota Pasuruan mengembangkan jenis pelayanan hemodialisis, sebagai upaya memfasilitasi dan memberi terapi bagi penderita penyakit ginjal kronis untuk warga Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan kawasan timur. Untuk itu, dari empat buah mesin hemodialisis yang ada ini, kedepan akan kami tambah sebanyak 10 hingga 20 mesin lagi. Dan kami optimis layanan Unit Hemodialisis akan menjadi layanan unggulan RSUD dr.R Soedarsono," urainya.


Wartawan : Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelurahan Sekar Gadung terbanyak, Lima Kelurahan Bersih dari Kasus Penularan Covid-19 Di Kota Pasuruan

Prihatin Peningkatan Kasus Covid-19 Dan Peduli Keselamatan Nakes, DPD Partai Nasdem Kota Pasuruan Beri Bantuan Pakaian APD Ke Sejumlah Puskesmas

Rudiyanto, AP.M.M., Sekda Kota Pasuruan